Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tas Rajut Sebagai Sarana Bisnis dan Kreativitas Mahasiswa Bahtiar, Erfan; Kurniawan, Deny; Wulandari, Sri Wahyuni; Widiarti, Wiwit
Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan PKM-K 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.405 KB)

Abstract

Knitting bag is one of a kind handcrafted handbag that has a high exclusivity value in terms of price, shapes and colors. Crafts knitting bag employs students and worked with housewives and children of women who dropped out or just graduated of elementary school, Junior high school who didnt get a decent job because of there is no certificate. Methods of implementation include the preparation of materials, making the initial node, a process of production and marketing. For the bag and the resulting knit has its own uniqueness which makes is the same person. The determination of the sale price of the knitting bag hanging from the selection of materials and the difficulties level of making.Keywords : Knitting bag, ekslusivity,methods of implementation, and uniqueness.
OPTIMIZATION OF PRODUCTION TECHNOLOGY TRUE SHALLOT SEED (BIOLOGICAL SEEDS) ONION(Allium ascalonicum L) Widiarti, Wiwit; Wijaya, Insan; Umarie, Iskandar
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.629 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1174

Abstract

Penggunaan True Shallot Seed (TSS) untuk produksi umbi bawang merah belum banyak dilakukan di Indonesia. Ketersediaan TSS sebagai benih bawang merah yang sehat dan berdayahasil tinggi masih sangat terbatas karena belum banyak yang memproduksi TSS. Masalah utama dalamp roduksi TSS di Indonesia adalah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji varietas-varietas bawang merah masih rendah, terutama di dataran rendah. Tujuan jangka pendek: ditemukan teknik pembungaan dan pembentukan biji bawang merah untuk memproduksi TSS. Tujuan jangka panjang: tersedia teknologi budidaya bawang merah menggunakan biji (TSS) sebagai bahan tanam. Target yang akan dicapai adalah diperoleh paket teknologi produksi True Shallot Seed (biji biologi) yang efektif dan efesien pada bawang merah, sehingga memudahkan masyarakat untuk memproduksi TSS secara masal. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan Maret sampai Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah Split plot yang disusun secara Faktorial, dengan 3 ulangan, faktor utama penggunaan konsentrasi ZPT dengan 3 level pemberian, Z1 = GA3 konsentrasi 50 ppm, Z2 = GA3 konsentrasi 100 ppm, Z3 = GA3 konsentrasi 150 ppm dan anak petak adalah vernalisasi, terdiri dari 4 level, V0: tanpa vernalisasi, V1: vernalisasi 2 minggu, V2: vernalisasi 4 minggu, dan V3: vernalisasi 6 minggu, sebagai faktor ke dua. Karakter agronomis yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh faktor utama yaitu: pemberian GA3 dengan berbagai konsentrasi belum menunjukkan pengaruh nyata terhadap semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah. Sedangkan pengaruh anak petak yaitu waktu vernalisasi bibit, menunjukkan pengaruh yang nyata, disemua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati. Hasil uji lanjut dengan LSD 0,05, menunjukkan perlakuan pendinginan pada bibit bawang merah berbeda nyata dengan kontrol, pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah yang diamati, sedangkan antar perlakuan pendinginan (V1, V2, dan V3), tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua karakter yang diamati. Pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT dengan Pendinginan bibit, belum menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua karakteristik morfologi tanaman bawang merah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, dan berat umbi.
RESPON UMUR PANEN DAN JENI S EKSTRAKSI TERHADAP MUTU BENIH PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescen L) Widiarti, Wiwit; Husaini, Ahmad
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.423 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i1.793

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengkaji  pengaruh  tingkat  kemasakan  buah, metode ekstraksi yang paling efektif dan efisien, serta interaksi antara tingkat kemasakan buah dan metode ekstraksi terhadap kualitas benih cabai rawit (Capsicum frutescen). Penelitian dilaksanakan di   PT. Benih Citra Asia Desa Penanggungan Wirowongso Ajung Kabupaten Jember dengan ketinggian + 200 m dpl, dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dua faktor 3 level dan diulang empat kali. Faktor pertama tingkat kemasakan buah (M) terdiri dari: M1 (buah berubah warna ± 25-50% atau masak morfologis, berwarna orange), M2 (buah berubah warna 70-100% atau masak fisiologis, berwarna merah) dan M3 (buah terlalu masak berwarna merah dan kulit buahnya sudah lunak). Faktor kedua metode ekstraksi (E), terdiri dari E1 (buah dijemur hingga kulit buahnya kering, kemudian diekstraksi dan dikeringkan lagi), E2 (buah segar diekstraksi/dibelah, dicuci dengan air  dan  dikeringkan)  dan  E3  (Buah  segar  diekstraksi/diblender,  dicuci  dengan detergen, dibilas dan dikeringkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan  buah  yang  berbeda  berpengaruh  nyata  terhadap  parameter  kemurnian benih, dengan rata-rata tertinggi pada kemasakan over riper (M3) yaitu 95,96%. Metode ekstraksi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kemurnian benih, vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan berat 1000 butir benih. Metode ekstraksi secara basah dan dicuci dengan air (E2) cenderung menghasilkan rata-rata tertinggi terhadap keempat parameter tersebut dan warna benih  yang lebih cerah. Interaksi  antara tingkat kemasakan  buah dan  metode ekstraksi  berpengaruh  nyata terhadap kemurnian benih, vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan berat 1000 butir benih, dengan kombinasi perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan buah terlalu masak dan metode ekstraksi dengan buah segar dan dicuci dengan  air  (M3E2)  yang  cenderung  memberikan  rata-rata  terbaik  pada  vigor kecepatan kecambah benih, daya kecambah benih dan kemurnian benih. Kata kunci :    Cabai rawit (Capsicum frutescen), tingkat kemasakan buah, metode ekstraksi
PENGUJIAN BERBAGAI KONSENTRASI FERMENTASI LIMBAH AIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharataStrurt) Umarie, Iskandar; Widiarti, Wiwit; Mustofa, Desi Fitriyah
AGRITROP Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.193 KB) | DOI: 10.32528/agr.v16i1.1555

Abstract

Ampas tahu cair merupakan hasil sampingan industri pembuatan tahu  yang  belum banyak dimanfaatkan,dengan kandungan protein,  kalori,  lemak, dan karbohidrat. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pengaruh aplikasi fermentasi berbagai konsentrasi limbah air tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zeamays sacharata Strurt).Penelitian dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Desa Demung Kecamatan Besuki Situbondo. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei -September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcakKelompok (RAK) dengan 8 perlakuan, masing – masing diulang 4 kali.Perlakuan macam Fermentasi limbah air tahu:T0 : TanpaFermentasi, T1 : Fermentasi 5 %, T2 : Fermentasi 10%, T3 : Fermentasi 15%, T4 : Fermentasi 20%, T5 : Fermentasi 25%, T6 : Fermentasi 30%, T7 : Fermentasi 35 %.  Parameter yang diamati 1). Tinggitanaman, 2) Diameter Batang, 3).Diameter tongkol, 4).Berat per tongkol, 5).Berattongkol per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Fermentasi limbah air tahutidakperbedaan nyata pada tinggi tanaman, diamter batang, dan diameter tongkol, tetapi berbeda nyata pada berat per tongkol dan berat tongkol per tanaman Jagung Manis.  Kesimpulan :Aplikasi berbagai konsentrasi fermentasi limbah tahumemberikanpertumbuhandanhasil yang optimum ditunjukanpada berat per tongkol dan berat tongkol per tanaman. Aplikasiberbagaikonsentrasi fermentasi limbah tahu pada tinggi tanaman, diameter batang, dan diameter tongkol belum menunjukkan pengaruh nyata. Pendugaanregresikuadratik, dosis optimum untuk mendapat berat per tongkol maksimum adalah19,502 ml/l dan dosis optimum untuk mendapat berat tongkol per tanaman maksimum adalah 28,066 ml/l.
RESPONS VIGOR BENIH DAN PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN TOMAT TERHADAP KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ASAM KLORIDA (HCL) Widiarti, Wiwit; Wulandari, Erni; Rahardjo, Pudji
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.861 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.429

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman HCl terhadap peningkatan vigor benih dan pertumbuhan awal tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di PT. Benih Citra Asia mulai tanggal 16 Mei 2015 hingga 25 Juli 2015. Metode penelitian dilakukan secara faktorial (4x4) dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk ruangan terkendali dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk ruangan tidak terkendali. Terdapat 2 faktor, faktor pertama adalah konsentrasi HCl, terdiri dari HCl 1 %, HCl 2 %, dan HCl 3%. Faktor kedua lama perendaman HCl, terdiri dari 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi HCl untuk ekstraksi benih tomat tidak mempengaruhi terhadap vigor dan pertumbuhan awal tanaman. Lama perendaman HCl pada perlakuan L3, L2 dan L1 dapat meningkatkan kecepatan tumbuh tetapi tidak mempengaruhi variabel pengamatan daya berkecambah, tinggi kecambah, dan pertumbuhan awal tanaman. Kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman HCl dapat mempengaruhi kecepatan tumbuh dan daya berkecambah, kombinasai terbaik berturut-turut yaitu konsentrasi 2 % dengan lama rendam 3 jam, konsentrasi 1% dengan lama rendam 3 jam dan konsentrasi 3% dengan lama rendam 3 jam, sehingga perlakuan HCl dapat mempengaruhi vigor benih dan tidak mempengaruhi pertumbuhan awal tanaman.
MODEL DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BAGI MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DAN TEKNOLOGI [MODEL APLICATION OF FOOD CONSUMPTION EVERSIFICATION FOR FRINGES SOCIETY BASED LOCAL RESOURCE AND TECHNOLOGY] Widiarti, Wiwit; Santosa, Teguh Hari
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.588 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i2.717

Abstract

Tujuan penelitian adalah : memperoleh model diversifikasi konsumsi pangan bagi masyarakat pinggiran hutan berbasis sumberdaya local dan teknologi. Lokasi penelitian di Kabupaten Bondowoso, Lumajang dan Malang. Penentuan sampel secara stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui metode PRA, FGD, RRA, indept interview dan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) program diversifikasi konsumsi pangan melibatkan institusi lokal, Kabupaten Bondowoso, Lumajang dan Malang (Perhutani, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dinas Koperasi dan Perguruan Tinggi). (2) diversifikasi konsumsi pangan beras (66,00-71,61%), non beras (28,39-34,00%). (3) ketahanan dan keamanan pangan rumah tangga pada katagori mantap dan sangat mantap. (4) potensi pasar cukup baik, tetapi masih perlu pembinaan, (5) model diversifikasi konsumsi pangan yang berhasil disusun meliputi : pendapatan masyarakat yang layak dan harga bahan pangan yang terjangkau, dan distribusi pangan yang merata sehingga terciptalah ketahanan pangan. Kata kunci : masyarakat pinggiran hutan, model diversifikasi konsumsi pangan, sumberdaya local.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK TANAMAN KEDELAI PADA SISTEM PERTANAMAN TUMPANGSARI TEBU-KEDELAI (BULAI) Wiwit Widiarti, Pramudya Arya Yuda Iskandar Umarie
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.607 KB) | DOI: 10.32528/agr.v13i2.84

Abstract

Rendahnya produktivitas kedelai disebabkan oleh berbagai faktor, yang secara luas dapat dikategorikan menjadi dua faktor, yaitu genetik dan lingkungan.Kedua faktor ini sering berinteraksi dan tercermin dalam sifat-sifat agronomi yang berperan dalam menentukan tinggi rendahnya hasil.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genotip dan fenotip, nilai heritabilitas dan nilai kemajuan genetik dari beberapa varietas kedelai pada sistem pertanaman tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Maret 2015 sampai bulan Juni 2015 dengan ketinggian ± 89 meter di atas permukaan laut. Materi tanaman berupa 10 varietas kedelai yaitu Gepak Kuning, Gema, Mahameru, Panderman, Wilis, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Dering-1 dan Burangrang yang ditanam di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman mempunyai varian genetik yang luas, dari semua karakter agronomis yang dievaluasi mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi, serta pada karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman mempunyai nilai duga kemajuan genetik yang luas. Seleksi dapat diterapkan pada karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman.Kata kunci : Parameter genetik, Kedelai, Tumpangsari
PENINGKATAN PERAN STRATEGIS KELOMPOK WANITA TANI MELALUI P3HPT [ ENHANCING THE ROLE OF WOMEN FARMERS GROUP STRATEGIC THROUGH THE MHRPWF ] Pramitasari, Sapty; Widiarti, Wiwit
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.836 KB) | DOI: 10.32528/agr.v12i1.698

Abstract

Mengajak petani untuk menerapkan teknologi anjuran bukanlah hal yang mudah, pasifnya kelompok wanita tani dalam mengakses teknologi, keterbatasan tenaga penyuluh, belum adanya lembaga (baik kelompok maupun forum) yang membina ataupun mendampingi pengelolaan tanaman padi hibrida menginspirasi kegiatan pendampingan kelompok wanita tani ini.  Target luaran yang akan dihasilkan adalah metode dan manajemen yang membantu terciptanya, kemandirian, perubahan sikap, dan perilaku Kelompok Wanita Tani yang berwawasan lingkungan dalam memanfaatkan dan meningkatkan sumberdaya pertanian sehingga tercipta peningkatan produksi dan pengelolaan tanaman padi hibrida yang menerapkan prinsip keseimbangan ekologi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan dan pendampingan dengan menerapkan sistem Sekolah Lapang (SL) yang terintegrasi dalam Program Pengelolaan Padi Hibrida bagi Perempuan Tani (P3HPT).  Dalam pelaksanaan program P3HPT kelompok wanita tani mitra dijadikan sebagai subyek yang bermakna ikut serta sejak perencanaan hingga pelaksanaan program P3HPT.  Capaian dalam pengabdian ini adalah 1) Terbentuknya struktur organisasi forum kelompok wanita tani Al Islam Jaya, 2) keaktifan mitra dalam kegiatan ini sejak perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; 3) penanaman padi hibrida yang terkoordinir baik waktu maupun metode budidaya, 4) perbaikan pertumbuhan tanaman pada usia yang sama dengan indikator : proses perkecambahan lebih cepat, benih berkecambah 100% karena ada seleksi benih, populasi tanaman lebih padat karena menggunakan sistem tanam jajar legowo 2 x 1,  tanaman lebih tinggi, dan jumlah anakan lebih banyak. Kata-kata kunci : Wanita Tani, Teknologi, Pendampingan.
PEMBERDAYAAN RANTING ‘AISYIYAH MELALUI PENDIDIKAN LIFE SKILLS (PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK HANDICRAFTS DAN PUPUK ORGANIK) Widiarti, Wiwit; Zaeda, Mohammad; F, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.518 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i2.1482

Abstract

Tujuan  dari programpengabdian  padamasyarakatiniadalahuntukmengembangkan AnggotaRanting?AisyiyahTegalbesarIdantegalBesarIIKecamatanKaliwatesKabupaten Jember agar  dapat  mandiri  secara  ekonomi.  Tujuan  khusus  lainnya  adalah  membantu menciptakankesejahteraan   dan   kenyamanan   dalam   kehidupan   bermasyarakat   melalui kegiatan  PendidikanLifeSkills.Targetluaranyang diharapkandalamkegiatanini  adalah Mitrasasaranpahamkeuntungandanmanfaatpemanfaatansampahkeluarga.   Selainitu, targetluaranlainnyaadalahberupameningkatkankemampuanmanajemen   usaha   dalam pengelolaan  sampahrumahtanggayang  intensif,  efisien  dan  efektif melaluipenguatan manajemen(keteramplan) berusaha  dankemampuandalammengaksespermodalan  kepada lembaga   keuangan.   Oleh   karena   itu,   metode   yang   akan   ditawarkansebagai   bentuk solusi  adalah  berupa  Panduan  Teknis  pemanfaatansampahrumahtangga  yanginovatif dan  adaptif  dengan  spesifikasi  standar;  serta  jasa  manajemen  usaha  berbasis kinerja melaluipendekatan partisipatif dan inovatif. Sementara  itu,  rencana  kegiatan  yang  diusulkan  berupa  rekayasa  sosial-1  dan rekayasa sosial-2  melalui  pelatihan  teknik  pemanfaatansampahdan  manajemen  usaha selama 4hari. Selanjutnyamemerlukanpersiapandenganmengkoordinasikandenganpihak terkaitbaikkepada pemerintah,stakeholders,danmitra.Dalampelatihanada materi praktikum   langsung   proses   pemanfaatansampah,baiksebagaikerajinantanganmaupun sebagaipupukorganik   dan   fiel   trip   kepada   kelompok   petani   maju   dankelompok handicrafstyang sudaheksis.  Pasca  pelatihan,  mitra  wajib  menerapkan  hasil  pelatihan pada  usahanya  yang didampingiolehtenagapendampingyang berasaldarimahasiswa.Tim pengusulmelakukan monitoring   dan   evaluasi   untuk   menjamin   terhadap   proses pelaksanaannya   sesuai   SOP   danuntukmengetahuicapaianindikatorkinerjapelaksanaa program. Hasilyang diperolehdalamProgramKemitraanMasyarakatyaitu:1)Dalam pelaksanaanpengabdiantidakditemuimasalah,yang dapatmengganggutahapanpenelitian, baikadministrasi,teknis pelaksanaandilapangan, keuangan,dan organisasipelaksana semuanya dapatdiatasidenganbaik.2). Telahterjadi transferteknologidanpengetahuan kepada  mitra  (anggota  ?Aisyiyah),yang  berkaitan  dengan  pemanfaatan  sampah  rumah tangga, utk bahan pupukorganik dan kerajinan tangan. 3).Hasil PKMyang telah dilakukan secarasubjektif(kondisidilapangan),menunnjukkanbahwa mitra (Anggota?Aisyiyah) memilikikeinginanyangkuatuntukmelaksanakanprogramPKMyang telahsosialisasi,hal inidibuktikanbahwa ibu-ibutelahmemanfaatkansampahtumahtangga untukpembuatan pupuk organik dan kerajinan tangan.Kata Kunci: pupuk organi, sampah rumah tangga, kerajinan tangan Tujuan  dari programpengabdian  padamasyarakatiniadalahuntukmengembangkan AnggotaRanting?AisyiyahTegalbesarIdantegalBesarIIKecamatanKaliwatesKabupaten Jember agar  dapat  mandiri  secara  ekonomi.  Tujuan  khusus  lainnya  adalah  membantu menciptakankesejahteraan   dan   kenyamanan   dalam   kehidupan   bermasyarakat   melalui kegiatan  PendidikanLifeSkills.Targetluaranyang diharapkandalamkegiatanini  adalah Mitrasasaranpahamkeuntungandanmanfaatpemanfaatansampahkeluarga.   Selainitu, targetluaranlainnyaadalahberupameningkatkankemampuanmanajemen   usaha   dalam pengelolaan  sampahrumahtanggayang  intensif,  efisien  dan  efektif melaluipenguatan manajemen(keteramplan) berusaha  dankemampuandalammengaksespermodalan  kepada lembaga   keuangan.   Oleh   karena   itu,   metode   yang   akan   ditawarkansebagai   bentuk solusi  adalah  berupa  Panduan  Teknis  pemanfaatansampahrumahtangga  yanginovatif dan  adaptif  dengan  spesifikasi  standar;  serta  jasa  manajemen  usaha  berbasis kinerja melaluipendekatan partisipatif dan inovatif. Sementara  itu,  rencana  kegiatan  yang  diusulkan  berupa  rekayasa  sosial-1  dan rekayasa sosial-2  melalui  pelatihan  teknik  pemanfaatansampahdan  manajemen  usaha selama 4hari. Selanjutnyamemerlukanpersiapa
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KARAKTER FISIOLOGI TANAMAN KEDELAI PADA PENGOLAHAN LAHAN, PENGKLENTEKAN DAUN TEBU DAN PEMBERIAN PUPUK CAIR HUMAKOS PADA SISTEM TUMPANGSARI TEBU KEDELAI Widiarti, Wiwit; Azzahra, Iftitah
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.696 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan karakter fisiologi tanaman kedelai pada pengolahan lahan, pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos pada sistem tumpang sari tebu kedelai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember bertempat di Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian dimulai pada 10 Desember 2018 sampai 10 Maret 2019 dengan ketinggian tempat + 89 meter diatas permukaan laut (dpl). Rancangan yang digunakan adalah Split-Split Plot yang disusun dengan percobaan factorial terdiri dari tiga faktor yaitu Petak Utama, Pengolahan Lahan (L), sebagai Anak Petak, Pengklentekan Daun Tebu (P), dan sebagai Anak-Anak Petak, Pemberian Pupuk Cair Humakos (H), masing-masing perlakuan diulang 2 kali. Variabel yang diamati : nisbah luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, luas daun spesifik, nilai kesetaraan lahan dan indek panen. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan lahan (L) berbeda nyata pada variabel pengamatan luas daun spesifik dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Pengklentekan daun tebu (P) tidak berbeda nyata pada semua variabel. Pemberian pupuk cair humakos (H)  berbeda nyata pada variabel nilai kesetaraan lahan (nkl), dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan dan pengklentekan daun tebu (LxP) berbeda nyata pada variabel laju asimilasi bersih dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan dan pemberian pupuk cair humakos (LxH) berbeda nyata pada variabel luas daun spesifik dan indeks panen serta tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos (PxH) berbeda nyata pada variabel laju pertumbuhan tanaman, luas daun, dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan, pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos (LxPxH) tidak berbeda nyata pada semua variabel pengamatan.