Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, serta perkembangan akademik peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bullying dapat menurunkan rasa aman, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif yang sistematis melalui pembelajaran anti bullying. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran anti bullying sebagai strategi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis artikel jurnal nasional terbitan tahun 2022–2025 yang relevan dengan pendidikan karakter, sekolah ramah anak, budaya sekolah positif, serta pembelajaran sosial emosional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran anti bullying yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak bullying, menumbuhkan nilai empati, toleransi, dan saling menghargai, serta memperkuat peran guru dan sekolah dalam pencegahan bullying. Selain itu, penerapan pendidikan karakter dan pembelajaran sosial emosional terbukti efektif dalam membangun iklim sekolah yang aman dan mendukung kesejahteraan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran anti bullying merupakan pendekatan strategis yang perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Copyrights © 2026