Penelitian ini bertujuan untuk melihat relevansi metode Activity Based Costing (ABC) pada UMKM Pabrik Tahu dan Tempe Bu Haji Esi yang berlokasi di Batusangkar dengan membandingkannya dengan metode tradisional. Penghitungan biaya produksi masih dilakukan dengan cara tradisional sehingga tidak menunjukkan penggunaan sumber daya dengan akurat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik serta karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode Activity Based Costing dapat mengklasifikasikan biaya lebih akurat, karena pembebanan biaya dilakukan berdasarkan aktivitas seperti merendam, menggiling, merebus, mencetak, dan mengirim. Sehingga setiap produk menanggung biaya sesuai dengan aktivitas yang terjadi secara nyata. Penerapan metode ini membantu pemilik usaha memahami struktur biaya dan meningkatkan pengelolaan biaya secara lebih efisien.
Copyrights © 2025