Meningkatnya kebutuhan energi dan krisis lingkungan yang sedang berlangsung mendorong perlunya teknologi alternatif yang bersih dan rendah emisi. Salah satu inovasi tersebut adalah pengembangan alat pirolisis multifungsi yang mampu mengolah limbah biomassa menjadi produk bernilai tinggi. Studi ini memperkenalkan alat pirolisis sederhana namun berdampak besar, yang dirancang untuk beroperasi dalam tiga mode berbeda dalam satu alat: pirolisis penuh, semi pirolisis, dan pembakaran terbuka. Tiga metode ini menghasilkan kualitas berbeda-beda pada setiap produk. Alat ini terutama menggunakan limbah biomassa yang melimpah di daerah pedesaan seperti tempurung kelapa, cangkang sawit, tongkoljagung, dan sekam padi yang bisa dijadikan arang sebagai bahan bakar biomassa disektor perindustrian. Metode pirolisis penuh menghasilkan arang dengan kadar karbon tinggi dan abu yang minim, sedangkan semi-pirolisis dan pembakaran terbuka menghasilkan proses yang lebih cepat namun dengan kompromi pada kualitas produk. Selain menghasilkan arang, asap dari proses pembakaran yang berlangsung akan dialirkan ke pipa penyambung pada alatini, dan akan menghasilkan beberapa produk sampingan seperti asap cair (wood vinegar) yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami, pengawet organik dan deodoran limbah, dan telur asap yang kaya akan manfaat. Desain alat ini menekankan aspek keterjangkauan, kemudahan penggunaan, dan pengurangan dampak lingkungan. Inovasi ini mendukung transisi menuju energi berkelanjutan dengan mengubah limbah biomassa menjadi sumber energi bersih sekaligus mengurangi limbah pertanian. Alat pirolisis multifungsi ini merupakan solusi yang layak dan skalabel untuk transisi energi di wilayah pedesaan dan semi-perkotaan. Oleh karena itu, studi ini memberikan kontribusi tidak hanya pada inovasi energi bersih, tetapi juga pada ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi berkelanjuta.
Copyrights © 2025