Anemia pada ibu hamil memiliki dampak kesehatan yaitu meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengana metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 1-3 yang berkunjung di Puskesmas Tambang tahun 2024 yang berjumlah 337 responden dengan menggunakan metode consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran pertanyaan identitas kepada responden dan pengukuran anemia menggunakan hemoglobin meter. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 266 (78,9%) responden yang tidak mengalami anemia dan 35 (10,4%) responden yang mengalami anemia sedang, 32 (9,5%) responden yang mengalami anemia ringan dan 4 (1,2%) responden yang mengalami anemia berat. Sebagian besar responden berusia tidak beresiko yaitu dalam rentang 20-35 tahun, sebagian besar responden berpendidikan terakhir pada tingkat SD-SMP, sebagian besar responden memiliki pendapatan keluarga kurang dari UMK, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang beresiko yaitu < 2 tahun, sebagian besar responden memiliki paritas tidak beresiko yaitu melahirkan 1-3 anak, sebagian besar responden melakukan kunjungan ANC yang tidak lengkap, sebagian besar responden tidak mengalami anemia. Diharapkan kepada ibu hamil agar melakukan kunjungan ANC seperti aturan yang berlaku untuk mengontrol kadar Hb untuk mencegah terjadinya anemia.
Copyrights © 2025