Kesehatan mental sangat memengaruhi kesiapan belajar, kesehatan mental yang baik menjadi fondasi bagi siswa untuk mengelola tekanan, menyerap materi, dan membangun kepercayaan diri untuk mencapai tujuan belajar. Satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dua gangguan mental yang paling tinggi yaitu gangguan kecemasan (anxiety) dan gangguan depresi. Artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran pengelolaan kesehatan mental siswa melalui program Ulam Panjo (Unit layanan Murid untuk Peningkatan Kesehatan Jiwa). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan telaah pustaka, melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Girisubo. Hasil penerapan program Ulam Panjo berdampak positif pada siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental. Disimpulkan bahwa tahapan pelaksanaan program Ulam Panjo terdiri dari tiga tahap yaitu: penggalian data, analisis dan menjaga kondisi kesehatan mental siswa. Faktor pendukung dalam program ini adalah peran serta aktif dari Puskesmas dan Koramil dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, sedangkan faktor penghambatnya adalah tidak terbukanya orangtua siswa yang mempunyai masalah kesehatan mental dan tidak semua siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental merasa terbuka dan mau berkomunikasi dengan guru BK.
Copyrights © 2025