Ampas tahu adalah hasil sisa dari pembuatan tahu yang memiliki kandungan gizi tinggi, baik dari protein maupun lemak, sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti kerupuk ampas tahu. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gizi pada kerupuk dari ampas tahu adalah dengan menambahkan tepung dari daun katuk, karena daun tersebut kaya akan protein. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan tepung daun katuk terhadap kadar air, kadar protein, dan rendemen, serta untuk mencari metode yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (tanpa tepung daun katuk), B (5% tepung daun katuk), C (10% tepung daun katuk), dan D (15% tepung daun katuk). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tepung daun katuk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar air pada perlakuan B (5%) dengan nilai tertinggi sebesar 4. 56%, dan juga terhadap kadar protein pada perlakuan C (10%) dengan nilai tertinggi 7.05%, serta rendemen 48.29%, di mana hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan D (15%). Berdasarkan hasil uji sensorik, perlakuan A ( 0% daun katuk ) adalah perlakuan yang terbaik dengan nilai rata-rata 4. 41 dalam aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun katuk tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, protein, dan rendemen, serta menurunkan penerimaan organoleptik. Disarankan penggunaan konsentrasi rendah dan perbaikan proses pengolahan daun katuk untuk meningkatkan mutu produk.
Copyrights © 2025