Di era Society 5.0 yang serba digital, keterampilan literasi informasi dan visual menjadi kompetensi krusial bagi siswa untuk memfilter konten keagamaan, di mana pengajaran berbasis desain interaktif dipandang sebagai strategi kreatif yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan kognitif. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada validitas konten teks suci, namun masih jarang mengevaluasi bagaimana aspek estetika dan fungsionalitas visual berdampak pada pemahaman pengguna. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak desain tipografi dan elemen komunikasi visual pada aplikasi keagamaan terhadap pengembangan aspek kognitif dan psikomotorik pengguna dalam berinteraksi dengan teknologi. Tujuan utama penelitian adalah menyintesis efektivitas variabel visual dalam meningkatkan literasi digital muslim secara sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dan meta-analisis dengan protokol PRISMA, mencakup tinjauan terhadap 31 dokumen terpilih dari database Scopus (2020-2026) melalui teknik analisis effect size. Perangkat lunak CMA (Comprehensive Meta-Analysis) digunakan untuk mengolah data kuantitatif. Hasil penelitian memaparkan bahwa tipografi yang presisi dan interface yang ergonomis memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kecepatan pemahaman teks, dengan scaffolding visual sebagai variabel penentu utama. Temuan menunjukkan bahwa skema warna tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap retensi hafalan, namun sangat memengaruhi durasi penggunaan aplikasi. Kesimpulannya, integrasi desain komunikasi visual dalam media pendidikan Islam bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan instrumen esensial dalam kebijakan kurikulum pendidikan digital masa depan
Copyrights © 2026