Penelitian ini bertujuan merancang tour planning pada lima destinasi wisata di kawasan Samosir–Pangururan, yaitu Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata, Bukit Sidihoni, Waterfront Pangururan, dan Patung Sibea-bea. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, serta didukung literatur mengenai aksesibilitas, daya tarik wisata, dan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap destinasi memiliki potensi berbeda yang memengaruhi penyusunan rute perjalanan. Meski menawarkan panorama alam dan nilai budaya yang kuat, aksesibilitas dan fasilitas di beberapa lokasi tidak merata sehingga memerlukan perencanaan fleksibel. Penelitian menyimpulkan bahwa tour planning yang efektif harus mempertimbangkan kondisi lapangan, keamanan, serta keberlanjutan untuk menghasilkan rute wisata yang nyaman dan sistematis.
Copyrights © 2025