Pendidikan inklusi menuntut sekolah dasar untuk menyediakan lingkungan belajar yang adil dan adaptif bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tipe slow learner. Penelitian ini berfokus pada kolaborasi sinergis antara guru pendidikan agama islam (PAI) dan guru pembimbing khusus (GPK) di tingkat sekolah dasar (SD) untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan mengoptimalkan pemahaman konsep PAI yang lebih konkret bagi siswa slow learner. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif pada satu lokasi di sekolah dasar inklusi tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi sinergis antara guru PAI dan GPK sangat penting untuk mengoptimalkan pembelajaran. Meskipun ditemukan tantangan implementasi berupa kecenderungan sekolah untuk menyamaratakan metode pembelajaran PAI bagi siswa slow learner dan non-ABK, peran GPK menjadi krusial. Kolaborasi ini membantu mentransformasi materi PAI menjadi bentuk yang lebih mudah diakses. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pembelajaran PAI bagi ABK slow learner di sekolah dasar sangat bergantung pada kerangka kerja integratif yang melibatkan guru PAI, GPK, wali kelas, dan orang tua untuk mencapai lingkungan belajar yang adil dan dan adaptif.
Copyrights © 2025