Latar Belakang: Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan utama menghasilkan limbah medis yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hasil survei menunjukkan adanya pencampuran limbah medis dan non-medis, penggunaan wadah kardus untuk benda tajam, dan tidak adanya jalur khusus serta Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tidak sesuai standar, yang mengakibatkan insiden tertusuk benda tajam pada petugas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di RS X Tahun 2025, Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rumah sakit yang mengelola limbah medis padat, bidang sanitarian, dan manajemen di RSUD X sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan analisis Univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, pelatihan, dan sarana prasarana memiliki hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) dengan pengelolaan limbah medis padat. Analisis multivariat mengungkapkan bahwa variabel sarana dan prasarana adalah faktor paling dominan yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis padat. Saran: agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit yaitu dengan melakukan perbaikan tempat penampungan sementara (TPS) limbah medis sesuai standar, penyediaan sarana APD (Alat Pelindung Diri) serta pemantauan dan pengawasan. Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis Padat
Copyrights © 2025