Telur itik asin merupakan salah satu produk olahan yang berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur itik merupakan salah satu sumber gizi yang mengandung protein, kalori dan lemak, lebih tinggi daripada telur ayam. Pengawetan telur bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jahe gajah terhadap kadar lemak danĀ mutu organoleptik telur asin itik yang dihasilkan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode percobaan desain Rancangan Acak Lengkap dengan faktor penambahan sari jahe gajah yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu P1 = 0%, P2 = 5%, P3 = 10%, dan P4 = 15%. Setiap perlakuan dilakukan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Penggunaan sari jahe gajah hingga level 15% memberikan dampak menurunkan kadar lemak dan meningkatkan kesukaan panelis terhadap nilai warna, rasa, aroma, dan tekstur telur asin itik. Telur asin itik dengan kualitas terbaik terdapat pada penambahan sari jahe gajah 15% dengan karakteristik: kadar lemak 2,78%, organoleptik warna 4,4 (suka); aroma 3,84 (agak suka); rasa 4,07 (suka) dan tekstur 4,12 (suka).
Copyrights © 2025