Latar Belakang: Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Tingkat kecemasan yang rendah pada ibu hamil dapat mengurangi komplikasi yang ditimbulkan sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi, sedangkan tingkat kecemasan yang tinggi dapat memperberat komplikasi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor penyebab kecemasan ibu hamil trimester III sebagai upaya dalam persiapan menjelang persalinan. Metode: Metode penelitian ini adalah desktiptif. Penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas Mujur Kabupaten Lombok Tengah. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu hamil Trimester III. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, diolah secara univariat, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar umur responden pada ketegori tidak beresiko (56,7%), sebagian besar responden dalam kategori multipara (66,7%), sebagian besar responden berprofesi sebagai ibu rumah tangga (66,7%), sebagian responden memiliki pengetahuan yang baik (50%) tentang pencegahan anemia, sebagian besar ibu patuh mengonsumsi suplemen zat besi (56,7%), sebagian besar ibu rutin melakukan pemeriksaan hemoglobin (73,3%), dan hampir seluruh ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (90%). Kesimpulan: sebagian besar umur responden berada pada kategori tidak berisiko (60,0%), sebagian besar responden berada pada kategori primipara (56,7%), sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga (63,3%), sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,7%), sebagian besar ibu patuh dalam mengonsumsi suplemen zat besi (56,7%), sebagian besar ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (83,4%). Saran: Menjanjikan kegiatan edukasi tentang kecemasan saat hamil serta sinkronisasi dan pemantauan kesejahteraan ibu hamil terus ditingkatkan melalui program Posyandu dan kelas ibu hamil, serta fasilitasi terkoordinasi kebutuhan persiapan persalinan untuk memudahkan persiapan mental ibu menjelang persalinan.. Kata Kunci : Ibu Hamil Trimester III, Kecemasan, dan Persiapan Persalinan ABSTRACT Background: Anxiety levels greatly affect the well-being of both pregnant mothers and the fetus in the womb. Low anxiety levels in pregnant women can reduce complications that arise, thereby indirectly reducing maternal and infant mortality rates, whereas high anxiety levels can worsen complications and increase maternal and infant mortality rates. Objective: This study aims to identify the factors causing anxiety in pregnant women in the third trimester as an effort to prepare for childbirth. Method: This research method is descriptive. The study will be conducted at the Puyung Community Health Center in Central Lombok Regency. The sample size for this study is 30 pregnant women in their third trimester. Data were collected using a questionnaire, processed univariately, and presented in a frequency distribution table.Results: Most of the respondents' ages were in the no-risk category (60.0%), most of the respondents were in the primipara category (56.7%), most of the respondents worked as housewives (63.3%), most of the respondents experienced mild anxiety (56.7%), most of the mothers were compliant in taking iron supplements (56.7%), most of the pregnant women routinely had antenatal care check-ups (83.4%). Conclusion: Most pregnant women experience mild anxiety during pregnancy leading up to delivery and their antenatal care visits are fairly routine. Suggestion: Promising educational activities about anxiety during pregnancy as well as synchronization and monitoring of the welfare of pregnant women continue to be improved through the Posyandu program and pregnancy classes, as well as coordinated facilitation of childbirth preparation needs to facilitate the mental preparation of mothers before childbirth. Keywords: Anxiety, Third Trimester Pregnant Women, and Childbirth Preparation
Copyrights © 2025