Ketidaksesuaian postur kerja merupakan faktor determinan terhadap munculnya keluhan muskuloskeletal yang berdampak pada penurunan produktivitas di industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk memitigasi risiko ergonomi pada stasiun kerja gluing di salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) manufaktur kotak karton kemasan di Yogyakarta, yang selama ini beroperasi dengan fasilitas kerja non-ergonomis. Metodologi penelitian diawali dengan analisis kuantitatif postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) melalui simulasi perangkat lunak CATIA V5R20. Hasil penilaian awal mengidentifikasi skor risiko kritis sebesar 7 pada elemen kerja pengeleman dan pelipatan, yang mengindikasikan perlunya intervensi segera. Solusi desain dikembangkan melalui pendekatan Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasikan kebutuhan subjektif pekerja menjadi parameter teknis fasilitas kerja. Hasil penelitian menghasilkan rancangan meja kerja ergonomis final yang mengakomodasi 10 atribut berdasarkan preferensi pekerja. Implementasi desain baru secara analitik menunjukkan perbaikan signifikan pada tingkat risiko ergonomi; skor RULA pada proses pengeleman menurun dari 7 menjadi 4, sementara pada proses perakitan turun dari 7 menjadi 3. Temuan ini membuktikan bahwa redesain fasilitas kerja berbasis antropometri dan kebutuhan pengguna efektif dalam mereduksi risiko gangguan muskuloskeletal dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman
Copyrights © 2025