penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai model inti atom, mulai dari pendekatan klasik seperti model tetes cair (LDM) dan model cangkang (Shell Model), hingga pendekatan modern berbasis teori fungsional kerapatan (DFT) dan konsep geometri fraktal, dalam kaitannya dengan pemahaman energi ikat (NBE) dan stabilitas atom. LDM menganalogikan inti sebagai tetesan cairan, menghitung energi ikat melalui kontribusi makroskopik, dan berhasil menangkap trend NBE untuk inti sedang hingga berat. Shell model sukses memprediksi sifat inti stabil dan anga ajaib yang menandakan penutupan subshell nuklir. Penelitian ini berfokus pada analisis kekuatan dan keterbatasan tiap model dalam menjelaskan fenomena inti, terutama pada inti berat dan inti jauh dari garis stabilitas yang masih menimbulkan ketidakpastian teoritis maupun empiris. Penelitian ini menyimpukan bahwa tidak ada model inti tunggal yang universal yang memberikan akurasi konsisten diseluruh rentang massa atom. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja model inti yang tersintesis dan terfundamental melalui evaluasi komparatif multidomain yang sistematis. Tujuannya adalah untuk menjembatani kesenjangan antara prediksi teoritis dengan data eksperimen (seperti dari FRIB atau CERN), memberikan panduan teoritis yang signifikan bagi penelitian fisika inti dimasa depan, serta menunjukkan relevansi praktis pemahaman stabilitas atom dalam mendukung aplikasi nuklir kontemporer
Copyrights © 2025