Koordinasi kerja memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas operasional usaha jasa, terutama pada usaha berskala kecil yang sangat bergantung pada kerja tim dalam satu waktu kerja. Namun, koordinasi sering kali tidak berjalan efektif akibat faktor internal seperti dominasi ego, komunikasi yang tidak terbuka, serta lemahnya peran kepemimpinan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana buruknya koordinasi kerja dapat mengancam keberlangsungan usaha jasa, dengan mengambil studi kasus pada Rental PlayStation ABC di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur terhadap tiga karyawan dari bagian kasir, runner, dan dapur serta satu orang manager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi kerja yang berantakan dipicu oleh kecenderungan mempertahankan ego pribadi, perbedaan cara menyampaikan informasi, serta kurangnya kejelasan peran dan pengawasan kerja. Kondisi tersebut berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja, munculnya konflik antarbagian, menurunnya kualitas pelayanan, dan meningkatnya risiko gangguan operasional. Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa pengelolaan koordinasi yang baik, usaha jasa berpotensi mengalami penurunan kinerja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025