Hemoglobin ialah unsur utama dalam sel darah merah yang tergolong sebagai protein terkonjugasi, berfungsi penting dalam proses pengangkutan oksigen serta karbon dioksida dalam tubuh. Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah parameter darah seperti eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit memperlihatkan adanya perbedaan yang mencolok antara individu yang tinggal di daerah dataran tinggi dengan mereka yang menetap di daerah dataran rendah. Kondisi kadar oksigen yang menurun seiring dengan peningkatan ketinggian menyebabkan tubuh beradaptasi dengan meningkatkan produksi sel darah merah demi mencukupi kebutuhan oksigen. Semakin tinggi lokasi tempat tinggal, semakin tinggi pula jumlah eritrosit yang diproduksi. Oleh karena itu, jumlah eritrosit memiliki kaitan erat dengan kadar hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui apakah ada perbedaan kadar hemoglobin antara siswa sekolah dasar yang berdomisili di dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah kerja Puskesmas Dirgahayu, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan bersifat komparatif. Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan alat hematology analyzer terhadap sampel darah vena dari 15 siswa di dataran rendah dan 15 siswa di dataran tinggi. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney U menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata kadar hemoglobin pada siswa di dataran rendah tercatat sebesar 11,6 g/dl, sedangkan pada siswa di dataran tinggi mencapai 12,6 g/dl. Penelitian selanjutnya disarankan guna dilakukan pada wilayah dengan ketinggian 725 mdpl dengan melibatkan subjek remaja maupun orang dewasa.
Copyrights © 2025