Stunting merupakan keadaan dimana anak terlalu pendek sesuai usianya karena kegagalan pertumbuhan yang disebabkan oleh buruknya gizi dan kesehatan anak sebelum dan sesudah kelahiran. Anak-anak yang mengalami stunting seringkali memiliki nafsu makan yang buruk, sehingga membatasi respon mereka terhadap intervensi gizi. Nafsu makan menurun atau sulit makan merupakan penolakan makanan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu terapi pada penurunan nafsu makan adalah pijat Tui Na. Tujuan dari penelitian ini yaitu manganalisis terapi pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita stunting di Wilayah kerja Peskesmas Perawas. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu Anak dengan stunting dan mengalami penerunan nafsu makan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi harian dan kuesioner penurunan nafsu makan. Hasil setelah di berikan tindakan terapi pijat tui na selama 6 hari berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dengan skor awal 8 (penurunan nafsu makan berat) menjadi skor 2 (penurunan nafsu makan ringan) dan penambahan berat badan pada klien dari 11 kg menjadi 11,25 kg. Pijat tui na efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada balita stunting. Saran bagi masyarakat khususnya keluarga dapat melakukan tindakan pemberian terapi pijat tui na dirumah sebagai salah satu upaya meningkatkan nafsu makan pada anak jika mengalami penurunan nafsu makan.
Copyrights © 2025