and Umrah travel services in Indonesia, faces challenges related to cross-division coordination, progress monitoring, and accurate real-time reporting. This community service research aims to enhance organizational capacity through the implementation of Agile-based project management software, namely Jira, to improve team productivity and project accountability. The implementation method includes identifying organizational needs, staff training, Jira module deployment (backlog, sprint, workflow, reporting), and evaluation based on Key Performance Indicators (KPI). The results show a 35% increase in team communication efficiency, a 28% acceleration in task completion, and up to 90% accuracy in project reporting. Additionally, there is an improvement in work culture towards a transparency-driven and data-driven decision-making pattern. These results confirm that the application of Jira is not merely a technology adoption, but a business process transformation towards modern, accountable, and results-oriented project governance. The implications of this community service contribute significantly to strengthening the competitiveness of Hajj-Umrah service companies and can be replicated in other tourism service sectors facing similar challenges. Abstrak. Produktivitas dan akuntabilitas merupakan dua aspek kunci dalam pengelolaan proyek jasa, khususnya pada sektor pariwisata dan perjalanan ibadah yang menuntut presisi, transparansi, serta kecepatan. PT Nawaina Haramain Tours sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan perjalanan haji dan umrah di Indonesia menghadapi tantangan berupa koordinasi lintas divisi, monitoring progres, serta pelaporan yang akurat dan real-time. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi melalui implementasi project management software berbasis Agile, yaitu Jira, guna memperbaiki produktivitas tim dan akuntabilitas proyek. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan organisasi, pelatihan staf, implementasi modul Jira (backlog, sprint, workflow, reporting), serta evaluasi berbasis Key Performance Indicator (KPI). Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi komunikasi tim sebesar 35%, percepatan penyelesaian tugas sebesar 28%, serta akurasi pelaporan proyek hingga 90%. Selain itu, terjadi perbaikan budaya kerja menuju pola transparency-driven dan data-driven decision making. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan Jira bukan hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi transformasi proses bisnis menuju tata kelola proyek yang modern, akuntabel, dan berorientasi hasil. Implikasi pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan daya saing perusahaan jasa haji-umrah serta dapat direplikasi ke sektor jasa pariwisata lain yang menghadapi masalah serupa.
Copyrights © 2026