Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional, termasuk di Kota Bandung yang mencatat peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan sangat dipengaruhi oleh perilaku petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku petugas kesehatan dalam pelayanan perawatan, dukungan, dan pengobatan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome di Kota Bandung.Metode: Desain potong lintang dengan 100 responden petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan perawatan, dukungan, dan pengobatan di tiga fasilitas kesehatan utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil: Umur dan jenis kelamin berhubungan signifikan dengan perilaku petugas kesehatan. Petugas ≤40 tahun (PR = 3,06; 95% CI = 1,24–7,59; p = 0,016) dan perempuan (PR = 3,14; 95% CI = 1,02–9,50; p = 0,047) memiliki peluang perilaku baik lebih tinggi. Variabel sikap, profesi, pendidikan, dan keterpaparan informasi tidak berhubungan bermakna (p > 0,05).Kesimpulan: Umur dan jenis kelamin merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku petugas kesehatan dalam pelayanan HIV/AIDS. Upaya peningkatan kapasitas perlu difokuskan pada petugas laki-laki dan usia >40 tahun melalui pelatihan empatik dan pembinaan profesional berkelanjutan.
Copyrights © 2025