Perkembangan ilmu pengetahuan abad ke-20 ditandai oleh munculnya pendekatan monodisiplin, yaitu cara pandang yang menekankan kajian mendalam pada satu bidang ilmu secara tertutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendekatan monodisiplin dan dampaknya bagi dikotomi ilmu. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber referensi, seperti buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan monodisiplin banyak dikritik karena fokusnya yang terlalu sempit pada satu bidang ilmu sehingga menghambat integrasi dan kerja sama antar disiplin. Pendekatan ini kurang mampu menjawab persoalan kompleks karena metode yang kaku dan orientasi positivistiknya yang kuat sering mengabaikan aspek sosial, budaya, dan humaniora. Selain itu, pendalaman yang berlebihan dalam satu disiplin juga memperkuat dikotomi ilmu, khususnya antara ilmu agama dan ilmu umum dalam konteks keilmuan Islam. Oleh karena itu, diperlukan perubahan menuju pendekatan yang lebih terbuka dan integratif seperti interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner untuk mengatasi pemisahan ilmu agama dan ilmu umum, terutama dalam konteks keilmuan Islam.
Copyrights © 2025