Penelitian ini untuk mengeksplorasi pemanfaatan Semanggi Surabaya sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengana Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi Pustaka. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, rubrik penilaian, catatan lapangan, dan lembar refleksi. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan dengan pendekatan etnografi dan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal Semanggi Surabaya mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap konsep IPAS, serta menumbuhkan kesadaran budaya dan nilai karakter. Siswa menunjukkan antusiasme dalam praktik pembuatan Semanggi. Pembelajaran ini mendorong guru lebih kreatif dalam mengaitkan materi pelajaran dengan konteks lokal yang berguna untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan melestarikan warisan budaya daerah.
Copyrights © 2025