Kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan menjadi permasalahan krusial, khususnya pada simpang-simpang strategis yang tidak memiliki sistem pengaturan sinyal lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja eksisting simpang Citeureup dan simpang Cidahu di Kota Cimahi serta mengkaji kinerja penerapan sistem koordinasi sinyal antar simpang. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk memperoleh data primer berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan panjang antrian, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan berdasarkan pendekatan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan simulasi mikroskopik menggunakan perangkat lunak Planung Transport Verkehr – Verkehr in Städten SIMulationsmodell (PTV VISSIM). Hasil penelitian menunjukkan kondisi eksisting kedua simpang mengalami hambatan dengan panjang antrian (261.88 - 40.751 meter) dan tundaan (89.35 - 28.651 detik).etelah penerapan koordinasi sinyal, terjadi peningkatan volume lalu lintas yang bisa dilewatkan hingga 24–29% serta pengurangan tundaan rata-rata sebesar 22–32%. Penggunaan simulasi mikroskopik terbukti dapat digunakan sebagai metode dalam perencanaan dan evaluasi lalu lintas elemen jalan perkotaan. Untuk pengembangan jangka panjang, integrasi sistem sinyal dengan pusat kendali lalu lintas berbasis teknologi adaptif dapat diterapkan guna meningkatkan respons terhadap dinamika lalu lintas yang terus berubah.
Copyrights © 2025