Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan pangan fungsional berbasis bahan lokal. Limbah pengolahan kopi, yaitu pulp dan parchment kulit kopi, kaya serat pangan dan senyawa bioaktif seperti asam klorogenat, fenol, flavonoid, dan kafein yang berpotensi menurunkan glukosa darah. Penelitian ini mengevaluasi efek antihiperglikemik tepung pulp dan parchment kulit kopi pada tikus Wistar model DMT2. Penelitian terdiri dari lima kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif glibenklamid, perlakuan tepung pulp, dan tepung parchment. Induksi diabetes dengan streptozotocin-nicotinamide, intervensi selama 14 hari. Parameter yang diamati: berat badan, kadar glukosa darah puasa, analisis serat pangan, dan senyawa bioaktif pada tepung kulit kopi. Hasil menunjukkan tepung parchment memiliki serat pangan total lebih tinggi (76,78%) dibanding pulp (57,47%), sedangkan pulp memiliki aktivitas antioksidan, fenol, flavonoid, dan kafein lebih tinggi. In vivo, pemberian tepung pulp dan parchment menurunkan glukosa darah puasa tikus lebih signifikan dibanding kontrol positif glibenklamid, sekaligus meningkatkan berat badan yang menurun akibat induksi diabetes. Efek antihiperglikemik diduga berasal dari kombinasi serat pangan dan senyawa bioaktif yang meningkatkan sensitivitas insulin, memperlambat penyerapan glukosa, serta melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.
Copyrights © 2026