Signifikansi kemampuan komunikasi matematis dalam perolehan matematika menjadi latar belakang penelitian ini. Banyak penelitian yang dilakukan di Indonesia menjawab permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematika. Temuan serupa juga ditemukan peneliti di MTsN 3 Agam. Fakta bahwa instruktur terus menggunakan teknik pengajaran yang tidak sesuai dan memberikan sedikit arti penting pada kelas mereka merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi seberapa baik siswa mengkomunikasikan ide-ide matematika. Strategi pembelajaran yang dikenal sebagai pengulangan intelektual pendengaran menawarkan solusi yang mungkin untuk masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kemampuan komunikasi matematis siswa MTsN 3 Agam kelas VIII dipengaruhi secara signifikan oleh paradigma pembelajaran Auditory Intellectually Repetition. Memanfaatkan pendekatan penelitian Static Group Comparison, penelitian ini bersifat pra-eksperimental. Penelitian ini mengikutsertakan seluruh kelas VIII MTsN 3 Agam sebagai partisipan. Kelas VIII.2 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.1 dijadikan sebagai kelas kontrol dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel acak. Penelitian ini menggunakan tes keterampilan komunikatif matematika. Siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition mempunyai kemampuan komunikasi matematis yang lebih kuat dibandingkan siswa yang belajar dengan teknik standar, menurut pemeriksaan data penelitian. Thitung = 1,91294 dan Ttabel = 1,671, hasil uji hipotesis menunjukkan hal tersebut; pada tingkat kepercayaan α = 0,05, thitung > ttabel, menunjukkan diterimanya H1. Diketahui bahwa strategi pembelajaran Auditory Intellectually Reptition mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VIII MTsN 3 Agam.
Copyrights © 2026