Pelayanan publik yang efektif merupakan tuntutan utama dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah prosedur administrasi penyewaan Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gresik. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti sistem administrasi yang dilakukan secara manual serta potensi terjadinya bentrokan jadwal penggunaan gedung, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efektivitas prosedur yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan prosedur administrasi penyewaan GNI, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai tingkat efektivitas prosedur administrasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur administrasi penyewaan GNI pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tergolong cukup efektif, ditinjau dari kejelasan alur pelayanan, ketepatan penetapan biaya, serta pembagian tugas aparatur. Namun demikian, efektivitas prosedur belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala pada aspek pengelolaan waktu dan penjadwalan penggunaan gedung. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pengembangan sistem administrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kepastian layanan bagi masyarakat.
Copyrights © 2026