Oil well cement adalah semen yang digunakan dalam industri perminyakan khususnya dalam operasi penyemenan sumur pengeboran. Semen ini merupakan jenis semen Portland dan bersifat anhydrous, dalam arti komponen dalam semen akan pecah dan membentuk komponen hidrat saat bertemu air dan kemudian secara perlahan akan mengeras. Dalam pembuatan suspensi semen dan pada saat operasi penyemenan, sifat fisik suspensi semen harus selalu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas hasil penyemenan. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium berdasarkan eksperimen untuk menguji sifat fisik semen pemboran. Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk menguji kekuatan tekan batuan semen dan setting time berupa initial setting time dan final setting time yang diperlukan oleh suspensi semen untuk mengeras sebagai akibat penambahan aditif berbahan dasar glukosa.. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian compressive strength menggunakan pengukur dengan alat hydrolic press. Hasil penelitian pada variasi komposisi 0,02% gula merah dengan 2.299,16 psi, pada variasi komposisi 0,02% gula putih dengan 2.492,56 psi, dan pada kombinasi gula merah 0,02% + gula putih 0,02% mengalami peningkatan drastis 4.569,70 psi. Ketiga hasil uji kekuatan sampel tersebut telah memenuhi standar compressive strength API yaitu sebesar 500 psi.
Copyrights © 2026