Meningkatnya paparan peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem melalui media digital menimbulkan tantangan serius bagi Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran PAI berbasis moderasi digital terhadap sikap kritis peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan melibatkan dua kelompok peserta didik jenjang pendidikan menengah, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran PAI terintegrasi dengan prinsip-prinsip moderasi digital dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran PAI konvensional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala sikap kritis yang telah divalidasi melalui prosedur pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas dan homogenitas, uji independent samples t-test, serta analisis normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p < 0,05). Peserta didik yang mengikuti pembelajaran PAI berbasis moderasi digital menunjukkan tingkat sikap kritis yang lebih tinggi, khususnya dalam menganalisis argumen keagamaan, mengevaluasi kredibilitas sumber digital, serta menolak klaim keagamaan yang bersifat absolut dan intoleran. Selain itu, kelompok eksperimen mencapai tingkat peningkatan sedang hingga tinggi, sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi moderasi digital dalam pembelajaran PAI secara efektif mampu memperkuat sikap kritis peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan pedagogi pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat peran moderasi digital sebagai strategi pencegahan ekstremisme keagamaan di lingkungan pendidikan formal.
Copyrights © 2026