Kanker serviks merupakan penyebab angka kematian tertinggi kedua pada wanita di Indonesia dengan angka insiden 9,2%. Hal tersebut dapat optimal diatasi dengan metode IVA, namun perilaku WUS masih cukup rendah untuk melakukan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku wanita usia subur tentang deteksi kanker serviks dengan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat. Penelitian dilakukan di Desa Bunga Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida III pada Bulan Maret-April 2025. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 100 orang WUS yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan instrumen kuesioner yang tervalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebesar 70,4, rata-rata skor sikap 70,6, rata-rata skor tindakan 14,5, dan rata-rata skor perilaku sebesar 36,9. Disimpulkan bahwa sebagian besar WUS di Desa Bunga Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida III memiliki perilaku cukup rendah mengenai deteksi kanker serviks dengan pemeriksaan IVA, sehingga perlu adanya intervensi dari pihak desa dan fasilitas kesehatan untuk membentuk kader IVA terlatih yang dapat membantu memberikan edukasi secara proaktif dan motivasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan IVA sebagai deteksi kanker serviks.
Copyrights © 2026