Mahasiswa semester awal mengalami fase transisi ke perguruan tinggi yang meningkatkan kerentanan terhadap stres akademik, yang dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis dan keberfungsian akademik. Penelitian dilakukan untuk menguji seberapa efektif kegiatan konseling kelompok manajemen stres dengan teknik Self Instruction untuk menurunkan stres akademik mahasiswa semester awal serta menggambarkan pengalaman peserta selama intervensi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mixed methods dengan rancang explanatory sequential. Partisipan terdiri dari enam mahasiswa semester awal yang teridentifikasi mengalami stres akademik. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Education Stress Scale for Adolescents (ESSA) pada tahap-tahap pre-test, post-test, serta follow-up-test. Data kualitatif diperoleh melalui observasi proses konseling kelompok, monitoring penerapan Self Instruction melalui grup WhatsApp, serta refleksi peserta. Intervensi dilaksanakan dalam empat sesi dengan model in–on–on–in yang mengombinasikan konseling kelompok tatap muka dan praktik mandiri yang dimonitor. Hasil kuantitatif menunjukkan turunnya rata-rata tingkat stres akademik dari pre-test ke post-test yang bertahan pada tahap follow-up. Hasil kualitatif menunjukkan penurunan kecemasan akademik, perubahan self-talk negatif menjadi lebih adaptif, serta peningkatan kontrol diri dan kepercayaan diri. Integrasi temuan menunjukkan bahwa penurunan stres akademik yang terukur sejalan dengan perubahan pengalaman subjektif peserta. Dengan demikian, konseling kelompok model Self Instruction efektif sebagai intervensi praktis untuk membantu mahasiswa semester awal mengelola stres akademik.
Copyrights © 2026