Studi ini secara filosofis meneliti konsep Anicca (ketidaktetapan) dalam agama Buddha dan implikasinya untuk memahami dan menavigasi identitas diri di era digital yang cair dan terfragmentasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur yang ekstensif, analisis berfokus pada teks-teks Buddha primer, khususnya Sutta Piṭaka, untuk menjelaskan makna Anicca sebagai prinsip ontologis yang dinamis dan relasional, diperkaya dengan data sekunder dari karya-karya akademis kontemporer tentang identitas dan filsafat digital. Temuan menunjukkan bahwa Anicca, yang menekankan tidak adanya zat tetap dalam setiap entitas, memberikan kerangka interpretasi yang kuat untuk memahami fluiditas identitas digital bukan sebagai patologi tetapi sebagai aspek penting dari keberadaan. Pemahaman ini dapat mengurangi keterikatan (taṇhā) pada persona online sementara, melawan komodifikasi identitas oleh kapitalisme pengawasan, dan mendukung ketahanan dan kesejahteraan psikologis. Internalisasi prinsip Anicca berpotensi mempromosikan pola pikir yang lebih bijaksana, tidak terikat, dan adaptif, memungkinkan individu untuk terlibat secara lebih sehat dan harmonis dalam ruang digital. Studi ini menjembatani filsafat kuno dengan tantangan kontemporer dalam pembentukan identitas di era digital.
Copyrights © 2026