Kebutuhan gula tebu atau sukrosa sebagai pemanis terus meningkat, kebutuhan gula nasional hanya mampu dipenuhi sekitar 40%, sisanya mengandalkan impor. Gula tebu memiliki kekurangan dengan nilai kalori yang tinggi. Stevia merupakan alternatif pemanis rendah kalori, dan mempunyai 300 kali tingkat kemanisan dari gula sukrosa. Pengeringan dan pengecilan ukuran merupakan proses pendahuluan dari daun stevia. Tahapan penelitian dilakukan dengan 2 tahap, yitu pertama pengeringan, dengan cabinet dryer yang dilakukan dengan variasi suhu pengeringan K1 (50 oC), K2 (60 oC), K3 (70 oC), dan K4 (80 oC) kemudian dilakukan uji kadar air dan total padatan terlarut, sampel terbaik yaitu K4 (pengeringan suhu 80 oC) dengan kadar air terendah yaitu 5,87% dan total padatan terlarut tertinggi yaitu 8,73. Sampel terbaik kemudian dilanjutkan prosesnya ke tahap 2 yaitu pengecilan ukuran pada variasi M1 (60 mesh), M2 (80 mesh) dan M3 (100 mesh), kemudian dilakukan analisis persen rendemen, kadar abu, daya serap air, kadar steviosida dan kadar gula total bubuk daun stevia. One way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk analisis hasil penelitian dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sampel terbaik yaitu M3 (ukuran partikel 100 mesh) dengan % rendemen sebesar 39,68%, kadar abu sebesar 10,34%, daya serap air sebesar 63,64%, kadar steviosida 7,28% dan kadar gula total 7,83%.
Copyrights © 2025