Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FORMULASI DAN PENENTUAN UMUR SIMPAN FRUIT LEATHER MANGGA (Manginefera indica L.) DENGAN PENAMBAHAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING MODEL ARRHENIUS Ariadianti, Aisyah Tri Retno; Atmaka, Windi; Siswanto, Siswanto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat untuk membuat fruit leather mangga dengan penambahan kulit buah naga merah dilanjutkan dengan pengamatan kinetika kemunduran mutu dan pendugaan umur simpan. Tiga formulasi terbaik dengan perbandingan mangga dan kulit buah naga merah (400 g:100 g, 425 g:75 g, dan 450 g:50 g) diuji sensoris untuk mendapatkan satu formulasi terpilih. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan one way ANOVA, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf signifikansi 0.05. Formulasi terpilih dilakukan pengujian sensoris, kadar air, dan aktivitas antioksidan kemudian disimpan pada 3 suhu berbeda yaitu 35 ºC, 45 ºC, dan 55 ºC selama 25 hari. Setiap 5 hari, sampel diuji sensoris dan kadar air untuk diamati kinetika kemunduran mutu. Aktivitas antioksidan diuji pada hari ke nol, batas tolak, dan hari ke-25. Perhitungan umur simpan dihitung berdasarkan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) model Arrhenius. Hasil penelitian diperoleh formulasi terpilih yaitu perbandingan mangga dengan kulit buah naga merah 425 g:75 g ditambah 20% sorbitol, 1% gum arab, dan 0.2% jeruk nipis. Parameter sensoris dan kadar air fruit leather semakin menurun seiring bertambahnya waktu dan suhu penyimpanan. Namun aktivitas antioksidan semakin meningkat selama penyimpanan. Berdasarkan model Arrhenius, umur simpan fruit leather mangga dengan penambahan kulit buah naga merah yang dikemas menggunakan alumunium foil yaitu 33 hari pada suhu 30 ºC
STUDI KARAKTERISTIK PATI SINGKONG UTUH BERBASIS EDIBLE FILM DENGAN MODIFIKASI CROSS-LINKING ASAM SITRAT Kawiji, -; Atmaka, Windi; Lestariana, Sri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.304 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.14

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini akan dipelajari pengaruh penggunaan asam sitrat sebagai agen crosslinking terhadap karakteristik dari edible film pati singkong utuh. Pati singkong utuh didapat dari ekstraksi pati singkong tanpa proses pengupasan yang akan membuat pekerjaan lebih efisien dan menghasilkan rendemen pati yang lebih banyak. Pembuatan edible film dilakukan dengan menggunakan 5 g pati singkong utuh, 2 ml gliserol, dan asam sitrat kristal (0%, 10%, 20%, dan 30% dari berat pati kering). Hasil analisis ANOVA dengan signifikasi 5% menunjukkan penambahan asam sitrat dapat meningkatan ketebalan dan kelarutan edible film serta penurunan laju tranmisi uap air dan pemanjangan. Penambahan asam sitrat 10% akan meningkatkan kuat tarik, pada penambahan 20% dan 30% akan menyebabkan penurunan kuat tarik edible film. Pada pengujian FTIR adanya reaksi cross-linking pada pembuatan edible film dari pati singkong utuh yang menghasilkan gugus ester dapat terbaca pada rentang 1725.4 - 1730.22 cm-1ABSTRACTThe aim of the research is to study effect of citric acid as cross-linking agent on whole cassava starch based edible films. Whole cassava starch was extracted from cassava without peeling which had more starch content and more efficient. Edible film made from 5 g of whole cassava starch, 2 ml gliserol and citric acid (0%, 10%, 20%, 30% w/w starch). Results of ANOVA analysis with 5% significance shows added citric acid could improved thickness and solubility of edible film, and shows degrease of water vapor tranmission rate and elongation. Whole cassava starch based edible film with 10% citric acid show improved tensile streght, but added 20% and 30% citric acid shows reduction tensile streght. In FT-IR analysis, crosslinking reaction in whole cassava starch based edible films recognized at the peak 1725.4 - 1730.22 cm-1 which demonstrates the existence of an ester group
KAJIAN FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACK BARS TEMPE BAGI PENDERITA AUTIS Atmaka, Windi; Parnanto, Nur Her Riyadi; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.918 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13528

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pembuatan tepung tempe, tahappembuatan buah kering, tahap pembuatan snack bars tempe, serta tahap analisa fisikokimia dan sensori. Formulasnackbars terdiri dari 3 variasi yaitu perbandingan antara tepung tempe dan buah kering sebesar 40:60, 50:50 dan60:40. Buah kering yang digunakan adalah mangga dan salak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwatingkat kekerasan tekstur snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar airsnack bars semakin rendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe kecuali snack bars dengancampuran buah salak. Kadar abu snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Kadar protein snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar lemak snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar karbohidrat snack bars semakinrendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar serat dan total fenol snack bars tidak berbedanyata antar variasi sampel. Aktivitas antioksidan snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsitepung tempe. Total kalori snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Berdasarkan parameter overall, snack bars yang mendapatkan penilaian tertinggi dari panelis adalah snack barsdengan campuran mangga 40:60 dan salak 60:40.
PENAMBAHAN SORBITOL PADA JENANG DODOL : KARAKTERISTIK SENSORIS DAN PERUBAHAN KUALITAS SELAMA PENYIMPANAN Atmaka, Windi; Anandito, R. Baskara Katri; Amborowati, Tri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.825 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sorbitol terhadap karakteristik sensorisjenang dodol dan perubahan kualitasnya selama penyimpanan. Pengujian karakteristik sensoris menggunakanmetode Multiple Comparison. Parameter kualitas jenang dodol yang diuji selama penyimpanan adalah kadar air,aktivitas air, angka TBA (Thio Barbituric Acid), tekstur, dan total kapang. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa penambahan sorbitol dengan konsentrasi 2 %, 4 %, dan 6 % memiliki karakteristik sensoris yang sedikitlebih baik dibandingkan dengan jenang dodol tanpa penambahan sorbitol. Selama penyimpanan 12 hari, kadarair dan aktivitas air (aw) menurun untuk tiap periode pengujian, Sedangkan angka TBA dan tekstur semakinmeningkat untuk tiap periode pengujian. Pengujian Total kapang selama penyimpanan 12 hari menunjukkanbahwa penambahan sorbitol pada konsentrasi 4 % dan 6 % tidak terdapat pertumbuhan kapang, sedangkan padakonsentrasi 0 % dan 2 % telah ditumbuhi kapang pada hari ke-9 dengan intensitas pada konsentrasi 2 % lebihsedikit dibanding kontrol.
Pengaruh penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan terhadap kualitas filet ayam: Sweet orange peel essential oil addition effect in chitosan edible coating on chicken fillet quality Siswanti, Siswanti; Aunillah, Nadiya Fistianati; Widowati, Esti; Atmaka, Windi; Widowati , Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.55251

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapatkan dalam bentuk karkas utuh, potongan bagian-bagian tertentu, atau filet. Umur simpan filet ayam relatif rendah dan memiliki risiko kerusakan fisikokimia dan mikroba yang tinggi selama proses penyimpanan. Upaya untuk menjaga kualitas daging filet ayam selama penyimpanan salah satunya melalui aplikasi edible coating dari kitosan kombinasi dengan minyak asiri. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan filet ayam selama 12 hari penyimpanan suhu dingin berdasarkan parameter susut masak, TPC, pH, TBA, dan TVB. Penelitian dilakukan melalui pembuatan edible coating menggunakan beberapa konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis, pengaplikasiannya pada filet ayam, dan penyimpanan suhu dingin (4oC; 12 hari). Variasi konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating, yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% (v/v). Perlakuan terbaik ditentukan dengan metode Bayes yang dilanjutkan Independent Samples T-Test terhadap sampel tanpa perlakuan coating. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi 1% minyak asiri kulit jeruk manis merupakan perlakuan terbaik selama penyimpanan 3 hari (suhu dingin; 4oC) dengan kisaran nilai susut masak 16,65-25,17%; pH 5,39-6,49; TPC 4,46-7,50 log cfu/mL; TBA 0,061-0,258 mg malonaldehid/kg; TVB 15,81-17,54 mgN/100 g. Kualitas sampel perlakuan terbaik berbeda signifikan dan lebih baik daripada sampel tanpa coating berdasarkan semua parameter (kecuali TVB). Oleh sebab itu, lapisan kitosan dan 1% minyak asiri pada filet ayam mengindikasikan perlindungan potensial terhadap kualitas fisikokimia dan mikroba selama penyimpanan suhu dingin.
Sucrose Osmotic Treatment Effect on Moisture, Antioxidant, Texture, and Sensory Properties of Ginger Extract-Imersed Coconut Chips Kawiji, Kawiji; Siahaan, Adrian Hotma James; Manuhara, Godras Jati; Atmaka, Windi
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v8i2.246

Abstract

In this study, ginger extract was used to impart a distinctive, popular flavor and functional properties (antioxidants) to coconut chips. Sucrose was added to the extract as an osmotic agent to facilitate the migration of antioxidant and flavor compounds from the ginger extract into the fresh coconut flesh during immersion. This study aimed to determine the effects of immersion in ginger extract with the addition of various concentrations of sucrose on the antioxidant, moisture, texture, and sensory characteristics of green coconut chips. The antioxidant activity was analyzed by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl scavenging assay. Instrumental texture analysis included Fmax, hardness, and deformation parameters. The results showed that higher concentrations of sucrose added to the ginger extract resulted in increasing antioxidant activity, Fmax, hardness, and panelist preference for color, taste, and overall, and decreasing moisture and deformation. Based on the antioxidant activity parameter, adding sucrose to ginger extract enhanced the effectiveness of immersion, thereby reducing the immersion duration to achieve greater antioxidant activity.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN MUTU PRODUK DI IRT ANEKA SNACK BU MARNI Siswanti, Siswanti; Ariviani, Setyaningrum; Fauza, Gusti; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Ishartani, Dwi; Atmaka, Windi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 6 (2024): February
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i6.4881

Abstract

Industri Rumah Tangga (IRT) “Aneka Snack Bu Marni” telah beroperasi selama 2 tahun dengan kegiatan bisnis berupa produksi beragam makanan ringan atau snack (pangsit goreng, kue unca, kerak nasi, dll.). Permintaan produk meningkat beberapa waktu terakhir, namun kapasitas produksi rata – rata terbatas pada 30 kg/bulan untuk pangsit goreng, 15 kg/bulan untuk kue unca, dan 5kg/bulan untuk kerak nasi. IRT ini menghadapi beberapa kesulitan seperti terbatasnya kapasitas pembuatan adonan hingga alat penggorengan yang tidak memadai. Brand awareness masyarakat terhadap produk IRT ini juga masih rendah karena kurangnya pengetahuan pemasaran produk oleh pemilik serta karyawan. Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sebelas Maret memilih IRT ini sebagai mitra untuk di bantu dalam penanggulangan beberapa isu tersebut melalui introduksi teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjamin kualitas produk, dan meningkatkan pemasaran produk di IRT Aneka Snack Bu Marni melalui introduksi-pelatihan beragam alat produksi (dough sheeter, kompor, fry-pan, dan sealer), introduksi meja stainless steel sebagai tempat bekerja, pelatihan pengemasan dan pembubuhan label produk serta pelatihan digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berhasil meningkatkan kapasitas produksi per hari (±30%), kualitas produk (elastisitas-homogenitas adonan dan pengemasan-label produk), nilai penjualan (±30%), dan jangkauan pemasaran (±2 kecamatan)
Pengaruh Pengeringan dan Pengecilan Ukuran terhadap Sifat Bubuk Stevia rebaudiana Yudhistira, Bara; Pratiwi, Herlis; Atmaka, Windi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.6

Abstract

Kebutuhan gula tebu atau sukrosa sebagai pemanis terus  meningkat, kebutuhan gula nasional hanya mampu dipenuhi sekitar 40%, sisanya mengandalkan impor. Gula tebu memiliki kekurangan dengan nilai kalori yang tinggi. Stevia merupakan alternatif pemanis rendah kalori, dan mempunyai 300 kali tingkat kemanisan dari gula sukrosa. Pengeringan dan pengecilan ukuran merupakan proses pendahuluan dari daun stevia. Tahapan penelitian dilakukan dengan 2 tahap, yitu pertama pengeringan, dengan cabinet dryer yang dilakukan dengan variasi suhu pengeringan K1 (50 oC), K2 (60 oC), K3 (70 oC), dan K4 (80 oC) kemudian dilakukan uji kadar air dan total padatan terlarut, sampel terbaik yaitu K4 (pengeringan suhu 80 oC) dengan kadar air terendah yaitu 5,87% dan total padatan  terlarut tertinggi yaitu 8,73. Sampel terbaik kemudian dilanjutkan prosesnya ke tahap 2 yaitu pengecilan ukuran pada variasi M1 (60 mesh), M2 (80 mesh) dan M3 (100 mesh), kemudian dilakukan analisis persen rendemen, kadar abu, daya serap air, kadar steviosida dan kadar gula total bubuk daun stevia. One way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk analisis hasil penelitian dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sampel terbaik yaitu M3 (ukuran partikel 100 mesh) dengan % rendemen sebesar 39,68%, kadar abu sebesar 10,34%, daya serap air sebesar 63,64%, kadar steviosida 7,28% dan kadar gula total 7,83%.
PREDIKSI UMUR SIMPAN TEPUNG JAGUNG (Zea mays L.) INSTAN DI DALAM KEMASAN PLASTIK Amanto, Bambang Sigit; Atmaka, Windi; Affandi, Dian Rachmawanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.362 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13568

Abstract

Jagung mempunyai potensi besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan, baik sebagai bahan pangan,pakan maupun bahan baku industri. Salah satu bentuk produk dari jagung adalah tepung instan,yang merupakansalah satu bahan setengah jadi untuk bahan baku industri pangan dalam pengolahan lanjut. Tepung jagung instanmenjadi alternatif pengolahan berdasarkan pertimbangan tujuanpemakaian, kemudahan dalam transportasi, dan efisiensi penyimpanan. Pembuatan tepung jagung instandimaksudkan sebagai upaya menambah keanekaragaman pangan serta diversifikasi produk olahan jagung, usahapeningkatan nilai ekonomi dan pengawetan produk jagung serta kepraktisan penggunaan. Pada prinsipnyaberbagai jenis tepung mempunyai sifat higroskopis sehingga selama penyimpanan mudah mengalami kerusakanakibat penyerapan uap air dari lingkungannya. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan tepungadalah dengan pengemasan. Bahan pengemas yang digunakan dalam penelitian ini adalah plastik polipropilendan polietilen dengan berbagai macam ketebalan. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptifsehingga dapat menjelaskan prediksi umur simpan tepung jagung instan yang berasal berbagai variaetas jagungpada kemasan plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi umur simpan yang paling baik adalah padapenggunaan pengemas plastik polipropilen dengan ketebalan 0,05. Umur simpan yang diperoleh denganpengemas polipropilen 0,05 untuk tepung jagung kuning instan sebesar 153 hari. Sedangkan untuk tepungjagung putih instan sebesar 107 hari.
Pengaruh Penambahan Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) pada Edible Coating Kitosan terhadap Kualitas Fillet Daging Ayam Broiler selama Penyimpanan Suhu Dingin Atmaka, Windi; Wibisono, Siti Khodijah Putri; -, Siswanti; Widowati, Esti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 17, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v17i2.84063

Abstract

Chicken is a highly demanded meat due to its high nutritional value and affordability. However, chicken meat has a relatively short shelf life and is susceptible to damage during storage. One way to preserve the quality of chicken meat is to use an edible coating. This study was conducted to determine the effect of adding nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) seed essential oil at a specified concentration in chitosan edible coating on the quality of broiler meat fillets during 12 days of storage at cold temperatures. The test parameters used as a reference for the quality of broiler meat fillets include TPC, TVB, TBA, pH, and cooking loss tests. The experimental design in this study was a completely randomized design (CRD) with a factor of variation in the concentration of nutmeg essential oil (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, and 1%). The data obtained were analyzed using one-way ANOVA. If there is a difference, it is continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) to determine whether there is a difference in each sample at a significance level of α = 0,05. Then, the potency test was conducted to determine the sample with the best concentration of nutmeg essential oil. The results showed that 1% concentration of nutmeg essential oil showed the best results in maintaining the quality of chicken fillet during cold storage (4oC), based on the efficacy test. There was a difference between the quality of chicken fillet meat in the best concentration sample (addition of 1% nutmeg seed essential oil) and chicken meat samples without coating on the parameters of cooking loss, pH, TBA, and TPC.