Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi masyarakat ideal melalui tinjauan tafsir terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang mengatur etika individu, kerukunan sosial, dan prinsip kepemimpinan. Masyarakat yang harmonis dalam pandangan Islam dibangun di atas landasan moralitas yang kuat, penegakan keadilan, serta toleransi yang proporsional. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan merujuk pada berbagai literatur tafsir klasik dan kontemporer untuk membedah Surat An-Nūr ayat 30-31, Surat An-Nisa ayat 58-59, dan Surat Al-Kāfirūn ayat 1-6. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Surat An-Nūr ayat 30-31 meletakkan fondasi etika pergaulan melalui perintah menjaga pandangan (ghadhul bashar) dan menutup aurat secara sempurna bagi laki-laki dan perempuan demi menjaga kesucian hati. Selanjutnya, Surat An-Nisa ayat 58-59 mengonstruksi sistem sosial melalui mandat penunaian amanah dan penegakan keadilan, serta menetapkan hierarki ketaatan kepada Allah, Rasul, dan Ulil Amri yang bersifat kondisional selama tidak bertentangan dengan syariat. Terakhir, Surat Al-Kāfirūn memberikan panduan adab terhadap masyarakat non-muslim dengan mengedepankan prinsip kebebasan beragama (non-koersi) dan ketegasan akidah tanpa harus melakukan kekerasan atau penghinaan. Secara keseluruhan, ketiga kelompok ayat ini merupakan pilar utama dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang bersih, adil, dan toleran.
Copyrights © 2025