Perencanaan dan pengendalian waktu produksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan suatu proses produksi. Ketidakteraturan jadwal kerja dan kurangnya pengelolaan waktu dapat menyebabkan keterlambatan produksi serta menurunkan efektivitas operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode analisis jaringan kerja dan Critical Path Method (CPM) dalam mengoptimalkan waktu proses produksi pada suatu industri pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis berbasis studi literatur. Data yang digunakan berupa data kuantitatif konseptual yang disusun berdasarkan referensi buku dan jurnal ilmiah terkait analisis jaringan kerja dan Critical Path Method (CPM). Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan Earliest Start, Earliest Finish, Latest Start, dan Latest Finish untuk menentukan slack time dan jalur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur kritis terdapat pada aktivitas A–B–C–D–F dengan total waktu penyelesaian produksi sebesar 17 satuan waktu. Aktivitas pada jalur kritis memiliki slack nol sehingga keterlambatan pada salah satu aktivitas akan memengaruhi durasi keseluruhan proses produksi. Penerapan metode CPM terbukti mampu membantu dalam mengidentifikasi aktivitas kritis dan meningkatkan efektivitas perencanaan serta pengendalian waktu produksi. Dengan demikian, metode ini dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam upaya peningkatan efisiensi sistem produksi.
Copyrights © 2026