Jalan Tunjungan menjadi salah satu ruang publik yang lokasinya strategis dan sarat akan nilai historis sehingga menjadi salah satu destinasi wisata saat berada di Kota Surabaya. Oleh karena itu, untuk mendukung fungsi Jalan Tunjungan sebagai ruang publik maka diperlukan ketersediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai. Pada penelitian ini, dilakukan pembagian rute perjalanan menjadi 4 rute agar seluruh jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Tunjungan dapat diidentifikasi kondisinya. Selanjutnya, pada setiap rute dievaluasi kondisinya menggunakan metode walkability index untuk mengetahui tingkat pelayanan dari fasilitas pejalan kaki yang ada. Selain itu, pada keempat rute tersebut juga dilakukan analisis walking permeability untuk mengetahui aksesibilitas spasial Jalan Tunjungan dari lokasi-lokasi penting di sekitarnya. Dari hasil analisis walkability index diperoleh rute dengan nilai tertinggi pada Rute 1 (Gedung Siola) dalam kategori sangat baik dan nilai terendah pada Rute 3 (Tunjungan Plaza) dalam kategori baik. Sementara itu, hasil analisis walking permeability menunjukkan bahwa dari 4 rute terdapat 3 rute yang mengharuskan pejalan kaki berjalan lebih jauh dari seharusnya, yaitu pada Rute 2 (SMPN 3 Surabaya), 3 (Tunjungan Plaza), dan 4 (Pasar Tunjungan).
Copyrights © 2025