Wisata hiu paus di Tarano, Sumbawa, merupakan potensi strategis berbasis keunikan alam. Penelitian ini menganalisis pengaruh aksesibilitas, fasilitas, dan kegiatan wisata terhadap daya tarik wisata dan minat berkunjung kembali, menggunakan pendekatan kuantitatif SEM-PLS dengan responden wisatawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap daya tarik wisata maupun minat berkunjung kembali. Kegiatan wisata juga tidak signifikan terhadap minat berkunjung ulang, meskipun menunjukkan pengaruh positif yang mendekati signifikan terhadap daya tarik wisata. Temuan ini mengindikasikan bahwa daya tarik utama destinasi ini terletak pada keunikan dan kelangkaan objek wisata alam itu sendiri, bukan pada faktor pendukung konvensional. Implikasinya, strategi pengembangan sebaiknya berfokus pada pelestarian ekosistem hiu paus dan peningkatan kualitas pengalaman wisata berbasis alam, daripada sekadar penyediaan fasilitas atau akses. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengelola dan pemerintah daerah untuk merancang pengembangan wisata yang berkelanjutan dan berorientasi pada konservasi serta kepuasan pengalaman wisatawan.
Copyrights © 2026