Pernikahan bertujuan untuk menciptakan keluarga yang harmonis, namun konflik sering muncul, terutama yang melibatkan keluarga besar. Penolakan dari mertua dan ipar terhadap istri merupakan faktor eksternal yang sering memicu konflik rumah tangga. Artikel ini didasarkan pada data yang dikumpulkan selama magang di Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) UPTD di Gianyar, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Studi ini meneliti bentuk-bentuk penolakan, faktor-faktor penyebab, dampak psikologis dan sosial pada istri, dan upaya penyelesaian konflik. Temuan menunjukkan bahwa tekanan dari keluarga besar memengaruhi kesejahteraan mental istri, hubungan suami-istri, dan keharmonisan keluarga secara keseluruhan. Komunikasi terbuka, batasan hubungan yang jelas, dan peran suami sebagai mediator sangat penting dalam menyelesaikan konflik keluarga.
Copyrights © 2026