Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi kontribusi dan partisipasinya saat bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja sendiri. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya perilaku ini adalah kohesivitas kelompok, yaitu perasaan saling terikat dan terhubung antar anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social loafing dan kohesivitas kelompok pada KSR PMI di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur berupa skala social loafing dan skala kohesivitas kelompok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel penelitian terdiri dari 443 anggota KSR PMI di Kota Makassar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara social loafing dan kohesivitas kelompok, dengan koefisien korelasi sebesar -0,813. Artinya, semakin tinggi social loafing, semakin rendah kohesivitas kelompok.
Copyrights © 2025