Empati merupakan kemampuan untuk merasakan dan memahami keadaan emosional orang lain. Sedangkan psikoedukasi dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan mengembangkan kemampuan mental, emosional, dan sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas psikoedukasi pendidikan inklusi dalam meningkatkan empati mahasiswa terhadap penyandang disabilitas di Universitas Bosowa Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test and post-test non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 20 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 mahasiswa kelompok eksperimen dan 10 mahasiswa kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah skala empati yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil Uji independent sample t-test menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara skor post-test kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,372 > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi belum terbukti efektif dalam meningkatkan empati mahasiswa.
Copyrights © 2025