Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi sosial jamu di kalangan Generasi Z dengan menggunakan kerangka Berger dan Luckmann. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 15 informan Generasi Z di Gading Serpong digunakan. Hasil menunjukkan bahwa pandangan Generasi Z terhadap jamu dibentuk melalui interaksi sosial kompleks. Keluarga adalah agen sosialisasi paling dominan, memicu eksternalisasi dan internalisasi awal jamu sebagai minuman sehat. Obyektivasi makna jamu di lingkungan sosial bersifat kontekstual; internalisasi hanya kuat dalam lingkaran sosial yang erat. Sementara itu, media sosial dan influencer menjadi saluran obyektivasi modern, namun Generasi Z bersikap kritis dan memprioritaskan kredibilitas konten berbasis riset daripada tren. Kesimpulannya, konstruksi jamu dicirikan oleh interaksi antara tradisi keluarga dan selektivitas modern, mengindikasikan perlunya inovasi produk dan konten digital yang kredibel untuk menjembatani warisan budaya dengan preferensi kontemporer.
Copyrights © 2026