Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024 dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA), serta untuk mengetahui alat ukur manakah yang memberikan potensi penilaian paling baik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 15 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan total 60 data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan menggunakan metode EVA berfluktuasi dan beragam, di mana sebagian besar perusahaan mengalami tekanan biaya modal (cost of capital) pasca-pandemi sehingga tidak selalu menghasilkan nilai tambah ekonomis positif. Sebaliknya, kinerja keuangan menggunakan metode FVA menunjukkan hasil yang positif secara konsisten pada seluruh perusahaan sampel setiap tahunnya, yang mengindikasikan produktivitas aset tetap yang baik. Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode FVA merupakan alat ukur yang lebih potensial dan relevan untuk menilai kinerja perusahaan sektor healthcare pada periode pengamatan ini karena mampu memberikan gambaran fundamental operasional yang lebih stabil dibandingkan EVA yang cenderung volatil.
Copyrights © 2025