Studi ini diarahkan untuk menggali implikasi Work-Life Equilibrium serta interaksi digital melalui media sosial terhadap performansi eksekutif generasi Z di lanskap profesional kontemporer, dengan mempertimbangkan peran kesejahteraan psikologis sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif dengan analisis SmartPLS, penelitian ini melibatkan 101 responden Generasi Z. Analisis memperlihatkan bahwa eksposur karyawan terhadap social media menimbulkan dampak positif yang signifikan terhadap performa kerja mereka. Sementara itu, keseimbangan kerja-hidup (Work-Life Balance) menstimulasi peningkatan kinerja secara positif, namun pengaruhnya tidak mencapai level signifikan. Lebih jauh, well-being psikologis menunjukkan kontribusi positif signifikan terhadap performa karyawan, tetapi tidak memfasilitasi peran mediasi dalam nexus antara penggunaan media sosial maupun Work-Life Balance dengan kinerja, karena efek indirect yang tercipta gagal menembus ambang signifikan.
Copyrights © 2026