Studi ini menelaah pengaruh kompensasi dan durasi kerja terhadap performa pegawai, dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi, di sektor manufaktur Kabupaten Sragen. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada seluruh populasi staf, dengan sampel purposive. Instrumen berupa kuesioner Likert lima skala mengukur kompensasi, jam kerja (independen), performa pegawai (dependen), dan komitmen organisasi (mediator). Analisis melibatkan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, serta mediasi via SmartPLS. Hasil menunjukkan: kompensasi tidak berdampak signifikan terhadap performa, sementara jam kerja berpengaruh positif signifikan; kompensasi signifikan meningkatkan komitmen organisasi, sedangkan jam kerja tidak; komitmen organisasi terbukti mendorong performa pegawai secara signifikan. Temuan menekankan urgensi pengelolaan jam kerja yang efisien dan skema kompensasi yang adil untuk memaksimalkan kinerja melalui penguatan komitmen organisasi.
Copyrights © 2026