Penelitian ini menginvestigasi dinamika Efek work stress dan job insecurity terhadap turnover intention, dengan organizational commitment berperan sebagai mediator kognitif pada karyawan permanen yang aktif minimal satu tahun. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui distribusi kuesioner daring/onsite menggunakan purposive sampling, dengan skala Likert lima poin yang diadaptasi dari literatur empiris terdahulu. Analisis data meliputi deskriptif, validitas-reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi, serta uji mediasi menggunakan SmartPLS dan SPSS untuk mengestimasi koefisien jalur dan inferensi kausal. Hasil empiris mengindikasikan bahwa work stress dan job insecurity secara signifikan mendorong turnover intention, sedangkan work stress juga memengaruhi organizational commitment secara positif, namun job insecurity tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap komitmen organisasi, demikian pula organizational commitment gagal memediasi turnover intention. Temuan ini menekankan kompleksitas interaksi psikososial dalam konteks retensi tenaga kerja, di mana faktor stres dan ketidakpastian pekerjaan lebih dominan dibanding mekanisme afektif organisasi dalam membentuk niat keluar karyawan.
Copyrights © 2026