Perkembangan teknologi informasi telah mendorong fasilitas kesehatan untuk mengadopsi pemasaran digital guna mempertahankan loyalitas pasien di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien mengenai faktor pemasaran digital (Interaktivitas, Aksesibilitas, dan Informativitas) dan pengaruhnya terhadap minat kunjungan ulang pasien di Klinik Watumas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan dekonstruksi, interpretasi, dan rekonstruksi untuk memahami makna di balik pengalaman digital pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor pemasaran digital berperan krusial dalam membentuk minat kunjungan ulang. Interaktivitas melalui respons cepat dan personal di WhatsApp membangun hubungan emosional dan kepercayaan. Aksesibilitas berupa kemudahan pendaftaran daring dan kejelasan jadwal dokter menjadi faktor utama kepuasan karena memberikan efisiensi waktu dan meminimalisasi antrean. Informativitas melalui konten edukasi dan ulasan daring (online reviews) terbukti efektif mendorong pembelian layanan tambahan (cross-buying) dan memperkuat kredibilitas klinik. Kesimpulannya, integrasi layanan digital yang efisien dengan pelayanan fisik yang konsisten (omnichannel) membentuk persepsi positif yang mendorong loyalitas, rekomendasi, dan intensi kunjungan ulang pasien secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026