Toponimi adalah studi tentang nama tempat berdasarkan informasi geografis dan historis, menggunakan kata-kata atau kelompok kata untuk menunjukkan, mengidentifikasi, dan memberi nama daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan desa dan kecamatan di Kabupaten Belitung terkait dengan unsur flora, fauna, dan bentang alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian melakukan observasi di lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sebanyak 68 informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian yang telah diperoleh adalah 12 flora termasuk medang perawas, pelepak pute dan petaling, selain itu ada 2 fauna yaitu binga dan rusa, kemudian bentang alam seperti tanjung, sungai dan bukit, 10 bentang alam dan flora, 2 bentang alam dan fauna yang digunakan sebagai penamaan kecamatan/desa di Kabupaten Belitung. Status konservasi flora dan fauna menunjukkan bahwa 9 jenis flora termasuk dalam kategori Least concern, 3 jenis flora dan 2 jenis fauna termasuk dalam kategori Data deficient, 2 jenis flora termasuk dalam kategori Near threatened, dan 1 jenis fauna termasuk dalam kategori Vulnerable, yaitu rusa (Cervus unicolor). Pemanfaatan flora dan fauna yang paling umum adalah sebagai bahan bangunan dan sumber pangan.
Copyrights © 2025