Latar belakang: Pasien hemodialisis sering mengalami ketidaknyamanan multidimensi selama prosedur yang berlangsung 3–5 jam. Intervensi non-farmakologis berbasis teknologi seperti relaxation-based immersive virtual reality (RIVR) menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan: Menilai efektivitas RIVR terhadap kenyamanan fisik, psikospiritual, sosiokultural, dan lingkungan pada pasien hemodialisis di RSUD Tabanan, Bali. Metode: Studi kuasi-eksperimen dengan desain pre-test/post-test control group melibatkan 42 pasien yang dibagi secara konsekutif menjadi kelompok intervensi (n=21; RIVR berbasis panorama alam selama ±10 menit) dan kelompok kontrol (n=21; perawatan standar berupa leaflet relaksasi). Kenyamanan diukur menggunakan Shortened General Comfort Questionnaire in Indonesian version (SGCQ) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney (α=0.05). Hasil: RIVR secara signifikan meningkatkan skor kenyamanan total (Z = −5.0, p < 0.001), terutama pada domain fisik (p < 0.001), psikospiritual (p < 0.001), dan lingkungan (p = 0.003). Tidak ada perubahan signifikan pada kenyamanan sosiokultural (p = 0.64). Simpulan: RIVR efektif meningkatkan kenyamanan multidimensi pasien hemodialisis dan direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan holistik di unit nefrologi. Background: Patients undergoing hemodialysis frequently experience multidimensional discomfort during prolonged 3–5-hour sessions. Technology-based non-pharmacological interventions such as relaxation-based immersive virtual reality (RIVR) offer a promising approach to enhance patient comfort. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of RIVR on physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental comfort among hemodialysis patients at Tabanan General Hospital, Bali. Methods: A quasi-experimental pre-test/post-test control group design was employed with 42 patients randomly assigned to an intervention group (n = 21; 10-minute nature-based RIVR) or a control group (n = 21; standard care with a relaxation leaflet). Comfort was measured using the validated Indonesian Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ) and analyzed using Wilcoxon signed-rank and Mann–Whitney U tests (α = 0.05). Results: The RIVR group showed a significant improvement in total comfort scores (Z = −5.0, p < 0.001), particularly in physical (p < 0.001), psychospiritual (p < 0.001), and environmental domains (p = 0.003). No significant change was observed in sociocultural comfort (p = 0.64). Conclusion: RIVR is an effective, non-invasive intervention to enhance multidimensional comfort in hemodialysis patients and should be integrated into holistic nephrology care protocols.
Copyrights © 2025