Lansia rentan mengalami gangguan tidur, khususnya insomnia non-organik yang disebabkan oleh stres, kecemasan, dan depresi ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia melalui teknik relaksasi otot progresif. Intervensi dilakukan selama satu bulan kepada lansia berusia 65 tahun di Surabaya. Hasil pengukuran menggunakan KSPBJ-IRS menunjukkan penurunan skor dari 27 menjadi 23, mengindikasikan adanya perbaikan gejala insomnia meskipun masih dalam kategori ringan. Klien juga melaporkan peningkatan kenyamanan dan rasa tenang sebelum tidur. Temuan ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya dan menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi psikologis non-farmakologis dalam mendukung penuaan yang sehat dan bermakna. Kata kunci :Lansia, Insomnia non-organik, Relaksasi otot progresif, Intervensi psikologis
Copyrights © 2025