Desa Peniraman memiliki potensi ekonomi yang signifikan dari sumber daya pertambangan yang melimpah; namun potensi tersebut kurang dimanfaatkan karena berbagai permasalahan. Promosi produk turunan pertambangan, termasuk peralatan masak tradisional, masih sangat bergantung pada perantara, sehingga harga jual menjadi rendah dan akses pasar menjadi terbatas. Permasalahan ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemasaran digital, pengemasan produk, dan branding, yang melemahkan daya saing produk mereka. Selain persoalan ekonomi, wilayah perbukitan yang telah digali juga memerlukan upaya perlindungan lingkungan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Universitas Panca Bhakti melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan PT. Sulenco Wibawa Perkasa dan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Kabupaten Mempawah dalam melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat. Program ini menekankan tiga solusi utama: digitalisasi kegiatan pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk terkait pertambangan, pelatihan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan alternatif, serta pelaksanaan kegiatan penanaman pohon untuk pemulihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kesadaran lingkungan, sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam pelaksanaan pengabdian untuk menangani permasalahan nyata di masyarakat.
Copyrights © 2025